Prolog
Tik... Tik... Suara hujan yang tak kunjung berhenti menemani Ujang yang sedang merenung. Ia berpikir kenapa ada istilah miskin dan kaya.
Ujang sekolah di SMP yang terkesan nakal, bukan karena ia nakal, namun karena orang tuanya tidak bisa menyekolahkannya di sekolah yang lebih baik. Ayahnya hanyalah seorang tukang parkir yang bahkan tidak menentu tempatnya, sedangkan ibunya sedang sakit yang lumayan parah di rumah namun tidak bisa dibawa kerumah sakit karena kekurangan biaya.
Hari-hari telah berlalu. Suatu hari, saat ia melewati gedung yang sedang dibangun, besi yang dibawa crane tiba-tiba jatuh dan saat itulah hidup Ujang berubah.
Tik... Tik... Suara hujan yang tak kunjung berhenti menemani Ujang yang sedang merenung. Ia berpikir kenapa ada istilah miskin dan kaya.
Ujang sekolah di SMP yang terkesan nakal, bukan karena ia nakal, namun karena orang tuanya tidak bisa menyekolahkannya di sekolah yang lebih baik. Ayahnya hanyalah seorang tukang parkir yang bahkan tidak menentu tempatnya, sedangkan ibunya sedang sakit yang lumayan parah di rumah namun tidak bisa dibawa kerumah sakit karena kekurangan biaya.
Hari-hari telah berlalu. Suatu hari, saat ia melewati gedung yang sedang dibangun, besi yang dibawa crane tiba-tiba jatuh dan saat itulah hidup Ujang berubah.
0 komentar:
Posting Komentar